Nov 08

UTS yang amburadul

Ya, saya malas belajar, jadi UTSnya amburadul, gak karuan, semoga saya bisa memperbaikinya ke depan, dan bisa sukses di UAS mendatang, amin :D

Membuat robot Line Follower

Jadi ceritanya, saya dan kedua kawan sekelas saya, Farid dan Aziz berencana ikut lomba robot line follower yang digunakan UNY. Kami bertiga memang belum ada pengalaman, makanya ikut lomba untuk cari pengalaman. Untuk pembuatan robot sendiri, kami masih tinggal nyolder dan memprogram saja. Untuk skema rangkaian masih minta bantuan para senior jawara kontes robotika terdahulu. Semoga saja robot kami bisa jadi sebelum hari lombanya. Doakan kami sukses ya! :D

Diterima di KMTE FT UGM

Alhamdulillah saya diterima sebagai pengurus KMTE (Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro) FT UGM. Saya diterima di departemen workshop yang saat ini dipimpin oleh mas Arif KA. Semoga saya bisa berbuat yang terbaik di departemen workshop ini. Hidup KMTE!

Sekian dulu updatenya, yang penting update, haha (haha)

written by Generasi Patah Hati \\ tags: , , , ,

Nov 01

Saya menyesal,

menyesal telah membuang banyak waktu,

menyesal telah malas belajar,

menyesal telah malas,

menyesal karena gagalnya UTS kemarin,

ya saya menyesal,

penyesalan selalu datang terlambat,

tapi penyesalan tidak sepenuhnya tak berguna, setidaknya bagi saya,

karena ini baru separuh semester satu,

masih ada waktu untuk memperbaikinya.

Semangat! (dance)

written by Generasi Patah Hati \\ tags: , , ,

Sep 08

UGM ke STAN

UGM ke STAN

Pengumuman Ujian Saringan Masuk (USM) STAN baru saja diumumkan tanggal 1 September kemarin. Dan imbas dari pengumuman STAN kemarin dapat saya lihat secara langsung di kampus biru tercinta ini. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa tidak sedikit yang menjadikan UGM sebagai pegangan sementara, sembari menunggu pengumuman STAN. Reaksi dari maba-maba UGM yang diterima di STAN pun beragam, ada yang senang bukan kepalang, dan segera saja cabut ke Jakarta dan sudah tak perduli lagi dengan urusan kampus di UGM, ada yang senang karena cita-citanya kuliah di STAN tercapai,  dan ada yang bingung. Ya, bingung, kenapa?  Mungkin yang bingung  itu sudah terlanjur cinta pada UGM atau terlanjur sayang sama kota Yogyakarta, hahaha. Apalagi bagi anak Teknik, yang sudah menjalani OSPEK Teknik, ya sudah capek-capek OSPEK, mungkin berat juga untuk meninggalkan UGM. Ya, tapi sebagian besar dari maba UGM yang diterima di STAN memilih untuk mengambilnya, dan meninggalkan UGM.

UGM kembali kehilangan putra-putri terbaik Indonesia, yang ternyata lebih memilih ke STAN. Ini membuat saya berpikir, rupanya pesona STAN bagi sebagian putra bangsa ini jauh lebih mentereng dibanding UGM. Ya, terutama bagi yang ingin cepat kerja, STAN memang begitu menjanjikan. Apalagi yang kuliah di STAN kan besok kerjanya di tempat ‘basah’, hahahaha. Bea cukai, perpajakan, hm dengar kata-kata itu yang terbayang di benak saya adalah uang, uang dan uang, hohohoho.

Hidup ini adalah pilihan, jadi saya menghargai pilihan teman-teman maba UGM yang meninggalkan UGM demi kuliah di STAN. Selamat bagi teman-teman sekalian, jangan pernah lupakan kalau teman-teman pernah menjadi maba UGM, walau cuma beberapa minggu, dan simpanlah baik-baik jas almamater UGM kalian.

Halah ngomong apa saya ini, hahaha.

Tapi ada untungnya juga sih bagi saya, lumayanlah kepadatan penduduk kampus UGM  jadi berkurang dan saingan dalam perebutan bandwithpun berkurang, gyahahaha.

Dan bagi saya tetap saja, hidup UGM!

written by Generasi Patah Hati \\ tags: , , ,