Jul 13

Kalau bung Gunawan bicara tentang Karena [pe]Rasa[an] Adalah Segalanya, saya di sini akan berbicara tentang Karena Popularitas Adalah Segalanya.

Yap, hasil pemilu resmi memang belum keluar, tapi hasil quickqount tentu sudah bisa mencerminkan hasil yang sesungguhnya nanti, dimana kalau ada error maksimal paling 5 persen, itu pun kalau error 5 persen capres nomer 2 tetep dapet 55 persen.

Ya, calon nomer 2 itu memang sangat populer, jadi wajarlah menang , dan jagoan saya, calon nomer 3 memang kurang populer, jadi wajarlah cuma dapat segitu.

Popularitas adalah segalanya dalam pilpres, popularitas membuat Anda menang, karena di level akar rumput , anda populer maka anda dipilih. Blunder parah dari tim sukses, walaupun terjadi sampai 2 kali, tak ada pengaruh yang berarti pada perolehan suara. Debat yang lumayan seru di putaran terakhir pun tak membawa pengaruh yang berarti. Ya, sekali lagi, karena popularitas adalah segalanya.

Ah, ya sudah, terima saja. Saya ikhlaskan.

Posting gak jelas, cuma pelampiasan kekesalan saja karena kecewa jagoan saya cuma dapet segitu dan kecewa calon yang itu dapet segitu banyak.

written by Generasi Patah Hati \\ tags: , , ,

Jul 07

Mengutip sebuah paragraf bagus dari sebuah entri di blognya Mas Herman Saksono :

Tapi kita memang selalu dihadapkan pada pilihan sulit. Tidak ada laptop yang sempurna. Tidak ada mobil yang sempurna. Tidak ada rumah dijual yang sempurna. Tidak ada SD untuk anak yang sempurna. Tapi pada kenyataannya kita harus memilih.

Yap, saya setuju sekali dengan beliau . Bahwasanya benar, tak ada calon presiden dan calon wakil presiden saat ini yang sempurna. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tetapi pada akhirnya kita harus memilih, karena kita tentu butuh pemimpin bagi negeri ini.

Janganlah tidak peduli alias cuek, karena di Pemilu Presiden 2009 besok, suara Anda sangat menentukan arah bangsa ini 5 tahun ke depan.

Jadi, mari mencontreng, mari gunakan hak pilih kita :) , bagi yang tidak terdaftar di DPT, sekarang telah ada kemudahan, yaitu bisa menggunakan KTP atau paspor.

Mari memilih dengan cermat, teliti sebelum memilih, memilihlah dengan niat memilih pemimpin untuk Indonesia yang lebih baik  :D

Salam Indonesia :)

written by Generasi Patah Hati \\ tags: , ,

Jun 05

Baru-baru ini LSI merilis hasil survey elektabilitas (tingkat keterpilihan) Capres-Cawapres. Hasilnya cukup mengejutkan, pasangan SBY-Boediono menempati urutan pertama dengan elektabilitas 71 persen, Mega-Prabowo menyusul dengan 16,4 persen dan JK-Wiranto berada di posisi terakhir dengan hanya meraih 6 persen. Pihak LSI secara terbuka mengakui bahwa survei yang dilakukannya kali ini merupakan pesanan dari Fox Indonesia yang tak lain adalah konsultan dari kubu SBY-Boediono. Reaksi dari pihak lawan, JK-Win, dan Mega-Pro pun muncul. JK-Win meyatakan bahwa survey LSI subyektif , dan Mega-Pro pun tak ketinggalan dengan meyatakan bahwa hasil survey LSI merupakan pesanan dari Fox . Tapi pihak demokrat malah mengaku tidak tahu kalau survey LSI dibiayai oleh Fox. Continue reading »

written by Generasi Patah Hati \\ tags: , , , , , ,

Mei 20

Disclaimer : Kisah ini hanyalah fiktif belaka, tak usah dianggap seriuslah, link pada nama tokoh juga jangan dipikirin :))

Warung kopi memang asyik buat ngobrol, apalagi ngobrolin politik yang sedang hangat. Begitu pula bagi keempat pemuda ini, Graha, Rasyid, Amar, dan Aziz. Selepas pulang kerja, mereka menyempatkan diri mampir di warung kopi milik Wak Erwin, sekadar melepas lelah dengan minum kopi dan ngobrol-ngobrol bersama. Obrolan tentang pilpres yang sedang panas pun tak luput dari pembicaraan mereka. Sore itu, Rasyid, Amar dan Aziz, telah ada di warung kopi Wak Erwin. Dan beberapa saat kemudian datanglah Graha, dengan membawa Koran. “Assalamu’alaikum”, sapa Graha yang baru datang, ya Graha memang pemuda yang sopan dan berbudi baik, sehingga selalu mengucapkan salam apabila bertemu dengan sesama muslim. “Wa’alaikumsalam”, jawab ketiga temannya.

Klik Untuk Lanjut Baca

written by Generasi Patah Hati \\ tags: , , , , , , ,

Apr 09

Tak ada dalam DPT
Melihat berita di Televisi tentang banyaknya warga di republik ini yang terpaksa Golput, sedih rasanya. Ironis memang. Ah, saya pun bertanya-tanya, kenapa hal sefatal ini bisa terjadi, mengapa banyak warga yang tidak terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) padahal telah memenuhi syarat untuk mencontreng. Dan ternyata ada beberapa kawan blogger yang terpaksa golput juga. Luar biasa, sungguh! Dan banyak pula yang pada pemilu 2004 bisa mencoblos tetapi pada pemilu kali ini tidak bisa mencontreng, karena namanya tak tercantum dalam DPT. Aneh, sungguh aneh. Kalau hal ini terjadi di daerah terpencil sih saya bisa agak maklum,tapi ternyata di Jakarta yang menjadi pusat pemerintahan hal ini juga terjadi.Bagaimana ini bisa terjadi saudara-saudara? Ah gemas rasanya melihat kerja KPU pada pemilu kali ini!

Terpaksa melakukan perbuatan haram

Jelas sudah MUI mengharamkan golput, tapi pemerintah kita malah memaksa banyak warga golput, melalui kacaunya DPT. Jadi kalau golput itu benar haram adanya, mampuslah mereka yang memaksa warga untuk golput. Mampus! Hahaha.

Celah rawan
Berdasarkan hasil quick qount di beberapa Televisi, Partai Demokrat unggul di atas partai lainnya untuk sementara. Dan kalau misalnya Partai Demokrat akhirnya menjadi pemenang pada pemilu legislatif, saya rasa masalah DPT ini akan menjadi celah bagi partai lain untuk protes dan menuduh yang macam-macam. Waspadalah, waspadalah!

written by Generasi Patah Hati \\ tags: , , , , , , , ,