Jun 21

Alkisah, Kamis kemarin saya sedang berfacebook ria di warnet, tiba-tiba muncul notifikasi di pojok kanan bawah halaman facebook yang sedang saya buka, ada notifikasi yang menyebutkan bahwa ada sebuah pesan di wall dari seorang kawan. Saya pun segera menuju wall, dan saya agak terkejut dengan pesan yang saya dapat itu. Continue reading »

written by Generasi Patah Hati \\ tags: , , , , ,

Jun 19

Stop Dreaming Start Action, sebuah slogan yang sederhana. Tapi jangan remehkan slogan ini, sebab kata Pak Joko Susilo, kesederhanaan adalah kekuatan luar biasa. Ya, dengan memahami dan mengamalkan slogan Stop Dreaming Start Action, kita dapat meraih kesuksesan dan masa depan yang lebih baik.

Continue reading »

written by Generasi Patah Hati \\ tags:

Jun 19

Rusli Zainal sang Visioner

Rusli Zainal (lahir 3 Desember 1957; umur 51 tahun) adalah Gubernur Riau ke-11. Ia diangkat sebagai gubernur menggantikan Saleh Djasit, sebelum menjabat sebagai gubernur Rusli Zainal pernah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Indragiri Hilir periode 1999-2003.

Sosok Gubernur Riau HM Rusli Zainal sudah tidak asing lagi di Bumi Lancang Kuning, bahkan di Indonesia, namanya mulai bersinar, ketika seluruh bupati se Indonesia mendaulatnya sebagai wakil mereka di Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD). Kepercayaan ini didapat berkat keberhasilan beliau dalam memajukan Indragiri Hilir, kabupaten miskin ke-3 di Riau.

Continue reading »

written by Generasi Patah Hati \\ tags:

Jun 17

Rusli Zainal sang Visioner -kontes SEO Bertuah 2009

Kontes SEO ini diadakan oleh Blogger Bertuah sebagai komunitas blogger yang berada di Pekanbaru-Riau yang mencoba memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Gubernur Riau, Rusli Zainal dalam pembangunan provinsi Riau. Karena itu, Blogger bertuah mengadakan kontes Search Engine Optimation (SEO) dengan Keyword “RUSLI ZAINAL SANG VISIONER” (tanpa tanda kutip).

Continue reading »

written by Generasi Patah Hati \\ tags: , ,

Jun 17

Ujian Nasional, memang selalu mendatangkan pro dan kontra. Dan salah satu yang menjadi bahan perdebatan bagi pihak yang menentang UN adalah tentang penentu kelulusan.

Mereka berteriak dengan lantang,

UN tidak adil! Yang berhak menentukan kelulusan siswa bukan UN, bukan BSNP, bukan pula Dinas Pendidikan Nasional, yang berhak menentukan kelulusan siswa adalah para guru, para guru yang mendidik siswanya secara langsung, para guru yang tentu lebih tahu siapa yang pantas lulus dan siapa yang tidak!

Ya, penentu kelulusan saat ini adalah pemerintah melalui Dinas Pendidikan Nasional, yang menentukannya dengan mematok nilai UN rata-rata 5,5 sebagai syarat untuk lulus.

Tapi eh tapinya, setelah saya berpikir lebih jauh, ternyata sebenarnya, sesungguhnya, penentu kelulusan bukanlah pemerintah, bukan Depdiknas, bukan nilai UN, bukan BSNP, bukan pula Mendiknas, bukan siapa-siapa. Tapi penentu kelulusan UN adalah kehendak Tuhan. Ya, pendek kata kelulusan itu ditentukan oleh Tuhan.

Lalu?

written by Generasi Patah Hati \\ tags: , , , , , ,